Arsip untuk News

WOW… XL, Murah Banget Tarifnya …, Tapi Bagaimana dengan jaringan yang sering putus-2 ???

Siaran Pers Peluncuran Tarif XL bebas Rp 0,1/detik
 

Jakarta, 16 Januari 2008 – PT. Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) memperkuat posisinya sebagai operator yang fokus dalam menghadirkan layanan yang berkualitas dan tarif terjangkau, dengan mengeluarkan promo tarif baru Rp 0,1/detik bagi pengguna XL bebas untuk menelpon ke seluruh operator se-Indonesia, baik ke sesama XL maupun ke operator lain (PSTN dan selular), dan tarif khusus Rp 35/SMS (ke sesama XL). Untuk dapat menikmati tarif baru ini, pengguna XL bebas tidak perlu daftar atau membeli paket perdana khusus, karena secara otomatis seluruh pengguna XL bebas dapat menikmati tarif termurah dari XL ini. Tarif baru ini akan berlaku mulai 18 Januari hingga 30 April 2008.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (6) »

Mengapa Kedelai Mahal dan Langka ?…Harga Rendah, Petani Lesu

PK-Sejahtera Online: Penurunan produksi pada tahun 167.107 ton, tahun 2006 132.261 ton, tahun 2007 119.932 ton. Sedangkan jika dilihat dari kebutuhan selalu mengalami kenaikan dari tahun 2005 sebesar 348.834 ton menjadi 453.062 ton pada tahun 2006, dan pada tahun 2007 naik menjadi 467.174 ton. Kekurangan [pasukan kedelai di Jawa Tengah mengalami kenaikan dari 196.766 ton pada tahun 2005 menjadi 332.705 ton tahun 2006 dan 358.036 ton tahun 2007.
Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

DVD Seks Menteri Malaysia

DVD Seks Menteri Malaysia


“I’m the man in the sex tape” ujar Menteri Kesehatan Malaysia Chua Soi Lek. Chua dengan jantan mengakui dirinyalah laki-laki dalam DVD seks yang menggemparkan Malaysia beberapa pekan ini. Wanita yang menemani “akting” nya di film berdurasi hingga 1 jam ini, diakui Chua adalah teman dekatnya. Namun, Chua menolak membeberkan identitas wanita itu.

Skandal adegan seks petinggi pemerintahan Malaysia ini heboh setelah sebuah koran Malaysia menempatkannya di halaman depan terbitannya pekan lalu. Film ini diketahui beredar pertama kali di negara bagian Johor. Tidak jelas kapan adegan syur itu dibuat. Meskipun beredar spekulasi, ini dilakukan rival politik Chua, dengan target menjatuhkan citra pemerintahan PM Malaysia Abdullah Badawi.

Seperti diakui Chua, video itu bukan dia pembuatnya. Video ini dipercaya diambil dari rekaman CCTV sebuah hotel yang tidak jelas lokasinya. Indikasi itu menguat dari angle pengambilan gambar yang tampak dari sudut atas.

Terlepas dari stigma negatif yang pasti akan melekat pada diri Wakil Presiden Asosiasi China Malaysia itu, saya cukup salut melihat keberanian Chua mengakui perbuatannya, sementara ia berada di negara yang sangat kental nuansa syariat Islam. Chua yang mengaku sudah minta maaf pada bosnya Perdana Menteri Abdullah Badawi, ini menyatakan tidak akan mundur sebagai Menteri Kesehatan.

Jadi ingat skandal video mesum di negeri ini, yang dibintangi YZ dan ME setahun silam. YZ yang dengan sangat terpaksa mengakui (karena mukanya terlihat sangat jelas, termasuk juga “itu”-nya yang dicibir kecil) dan kemudian berdalih ia dijebak, memilih mundur dari jabatannya sebagai wakil rakyat di DPR. Kabarnya, ia menuntut ilmu di Australia.

Berita channelnewsasia bisa dilihat disini

Berita di ambil dari Blog ini http://rezco.wordpress.com/2008/01/01/dvd-seks-menteri-malaysia/

Komentar (17) »

SD Hingga SMA/SMK Negeri Gratis

Jumat, 04-01-2008

SD Hingga SMA/SMK Negeri GratisGowa Terapkan Wajib Belajar 12 Tahun
Sungguminasa, Tribun – Meski pemerintah pusat belum menetapkan wajib belajar 12 tahun, namun Pemerintah Kabupaten Gowa tahun 2008 ini mencoba menerapkannya. Semua jenjang pendidikan untuk sekolah negeri digratiskan.
Mulai sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri akan dibebaskan dari pembayaran orangtua siswa.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »

Kematian keluarga Butho

Untuk mengetahui tragedi yang menimpa keluarga Butho, Klik link berikut Tragedi Keluarga Butho

Komentar bertahan »

Balas Dendam ato Murni Kesehatan … ???

Sudah pada denger semua kasus jeneponto tho …? sepekan ini

itu tuch masalah eksekusi rumah di jeneponto yang mengakibatkan bentrok antara warga dan polisi dengan tewasnya salah satu komandan polisi akibat di tusuk parang/badik salah satu warga.

nah ketika habis menikam, akhirnya warga yang bernama muhammadong di tembak kakinya dengan 4 ato 6 kali tembakan (kasihan juga ya… sebenarnya satu ato dua sudah lumpuh … ini 4 ato 6 bo’… jengkel kalee) sehingga langsung KO (tapi masih hidup).
Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Kita Negara Kaya Minyak… Tapi… Menyedihkan

Indonesia… nasibmu kini…

sedih banget kalo melihat bangsa kita ini ya… mungkin ibarat pepatah bilang ” sudah jatuh tertimpa tangga pula”. Kita adalah negara yang termasuk pengekspor minyak… ato kerennya kita masuk dalam jajaran organisasi OPEC (saya juga kagak tahu singkatannya tuch :) ).

sudah begitu negara yang masuk dalam OPEC tidak bekutik ketika dolar US yang menjadi mata uang perdagangan meroket naik tanpa bisa di rem. terlebih ketika ada usulan yang bagus dari presiden kharismatik nan santun dari Iran, Mahmoud Ahmadinejad untuk mengganti mata uang perdagangan minyak… semua diam tidak mau bangkit dari keterlenaan Amerika si perusak dan dedengkot Israel di belakangnya.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Miskin Koq Bangga … Duh Sedihnya

Wapres Klaim Angka Kemiskinan Turun 10 Juta Jiwa Laporan Wartawan Kompas SuhartonoJAKARTA, KOMPAS –
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengklaim angka kemiskinan di Indonesia telah mengalami penurunan sebesar 10 juta jiwa selama pemerintah Indonesia dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jika sebelumnya angka kemiskinan mencapai 40 juta jiwa, saat ini jumlah penduduk miskin di Tanah Air diperkirakan berjumlah 30 juta jiwa.
Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Energi Alternatif

JAWA POS Jumat, 30 Nov 2007

Penemu Blue Energy Warga Nganjuk

Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB

NGANJUK- Tak banyak yang tahu,

penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.

Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY,

Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007.

“Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah,” ujar Heru begitu turun dari Ford Ranger B 9648 TJ.

Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda 6, satu bus, dan satu truk pengangkut blue energy.

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik Hafal dan Paham Al Quran

Jika Anda seorang muslim, pada usia berapa Anda belajar membaca Al Quran, dan berapa juz yang Anda hafal? Umumnya anak-anak muslim di Indonesia mulai belajar mengaji pada usia sekolah dasar. Dulu, orang tua memanggil ustadz/ustadzah ke rumah untuk mengajar anak-anaknya mengaji. Namun kini, seiring maraknya Taman Pendidikan Al Quran (TPA) dan ditemukannya metode belajar cepat baca Al Quran, orang tua memasukkan anak-anaknya ke TPA untuk belajar membaca dan menulis Al Quran. Hasilnya, anak-anak muslim saat ini sudah banyak yang melek huruf Al Quran dan hafal juz amma (juz 30), yang terdiri dari surah-surah pendek yang mudah dihafal. Tapi tak banyak produk TPA yang menjadi hafiz (penghafal Al Quran), karena TPA tidak didesain untuk mencetak hafiz, dan program menjadi hafiz biasanya ditangani pesantren-pesantren Al Quran.
Buku ini menceritakan kisah seorang anak Iran bernama Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i, yang mulai belajar Al Quran pada usia 2 tahun, dan berhasil hafal 30 juz dalam usia 5 tahun! Pada usia sebelia itu dia tidak hanya mampu menghafal seluruh isi Al Quran, tapi juga mampu menerjemahkan arti setiap ayat ke dalam bahasa ibunya (Persia), memahami makna ayat-ayat tersebut, dan bisa menggunakan ayat-ayat itu dalam percakapan sehari-hari.
Bahkan dia mampu mengetahui dengan pasti di halaman berapa letak suatu ayat, dan di baris ke berapa, di kiri atau di sebelah kanan halaman Al Quran. Dia mampu secara berurutan menyebutkan ayat-ayat pertama dari setiap halaman Al Quran, atau menyebutkan ayat-ayat dalam satu halaman secara terbalik, mulai dari ayat terakhir ke ayat pertama (hal 18).
Yang lebih mengagumkan lagi, di usia 7 tahun Husein berhasil meraih gelar doktor honoris causa dari Hijaz College Islamic University, Inggris, pada Februari 1998. Saat itu, Husein menjalani ujian selama 210 menit, dalam dua kali pertemuan. Ujian yang harus dilaluinya meliputi lima bidang. Yakni, menghafal Al Quran dan menerjemahkannya ke dalam bahasa ibu, menerangkan topik ayat Al Quran, menafsirkan dan menerangkan ayat Al Quran dengan menggunakan ayat lainnya, bercakap-cakap dengan menggunakan ayat-ayat Al Quran, dan metode menerangkan makna Al Quran dengan metode isyarat tangan.
Setelah ujian selesai, tim penguji memberitahukan bahwa nilai yang berhasil diraih bocah itu adalah 93. Menurut standar yang ditetapkan Hijaz College, peraih nilai 60-70 akan diberi sertifikat diploma, 70-80 sarjana kehormatan, 80-90 magister kehormatan, dan di atas 90 doktor kehormatan (honoris causa). Pada 19 Februari 1998, bocah Iran tersebut menerima ijazah doktor honoris causa dalam bidang Science of The Retention of The Holy Quran (hal 12-14).
Selama di Inggris, Husein juga diundang dalam berbagai majelis yang diadakan komunitas muslim setempat. Umumnya hadirin ingin menguji kemampuan bocah ajaib tersebut. Uniknya, Husein menjawab semua pertanyaan dengan mengutip ayat Al Quran. Contohnya, dalam satu forum seseorang bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang budaya Barat?” Husein menjawab, “(Mereka) menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya.” (QS 19:59).
Penanya lain bertanya, “Apa yang dilakukan Imam Khomeini terhadap Iran?” Husein menjelaskan, “(Dia) membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS 7:15). Maksudnya, pada masa pemerintahan monarki, rakyat Iran terbelenggu dan tertindas. Lalu Imam Khomeini memimpin revolusi untuk membebaskan rakyat dari belenggu dan penindasan. (hal 19)
Membaca buku ini jangan hanya terpukau pada kemampuan ajaib seorang Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i, yang oleh orang Iran dijuluki sebagai “mukjizat abad 20″. Namun yang terpenting adalah mengetahui proses pendidikan Al Quran yang dia jalani sehingga bisa menguasai isi kitab suci dalam usia yang masih belia.
Untuk kasus Husein, proses pendidikan Al Quran telah dimulai sejak dia masih dalam kandungan. Orang tua Husein menikah ketika mereka masing-masing berusia 17 tahun, dan setelah menikah keduanya bersama-sama berusaha menghafal Al Quran. Tekad itu akhirnya tercapai enam tahun kemudian, ketika mereka berhasil menghafal 30 juz Al Quran. Dalam proses menghafal itu, keduanya membentuk kelompok khusus penghafalan Al Quran. Dalam kelompok itu, secara teratur dan terprogram, orang tua Husein dan rekan-rekannya yang juga berkeinginan untuk menghafal Al Quran, bersama-sama mengulang hafalan, mengevaluasi dan menambah hafalan. Orang tua Husein juga mendirikan kelas-kelas pelajaran Al Quran yang diikuti oleh para pencinta Al Quran.
Seiring dengan kegiatan belajar dan mengajar Al Quran orang tuanya, Husein dan saudara-saudaranya tumbuh besar. Husein sejak kecil selalu diajak ibunya untuk menghadiri kelas-kelas Al Quran. Meskipun di kelas-kelas itu Husein hanya duduk mendengarkan, namun ternyata dia menyerap isi pelajaran. Pada usia 2 tahun 4 bulan, Husein sudah menghafal juz ke-30 (juz amma) secara otodidak, hasil dari rutinitasnya dalam mengikuti aktivitas ibunya yang menjadi penghafal dan pengajar Al Quran, serta aktivitas kakak-kakaknya dalam mengulang-ulang hafalan mereka. Melihat bakat istimewa Husein, ayahnya, Sayyid Muhammad Mahdi Tabataba’i, pun secara serius mengajarkan hafalan Al Quran juz ke-29.
Setelah Husein berhasil menghafal juz ke-29, dia mulai diajari hafalan juz pertama oleh ayahnya. Awalnya, sang ayah menggunakan metode biasa, yakni membacakan ayat-ayat yang harus dihafal, biasanya setengah halaman dalam sehari dan setiap pekan. Namun ayahnya menyadari bahwa metode seperti itu memiliki dua persoalan. Pertama, ketidakmampuan Husein membaca Al Quran membuatnya sangat tergantung kepada ayahnya dalam mengulang-ulang ayat-ayat yang sudah dihafal.
Kedua, metode penghafalan Al Quran secara konvensional ini sangat ‘kering’ dan tidak cocok bagi psikologis anak usia balita. Selain itu, Husein tidak bisa memahami dengan baik makna ayat-ayat yang dihafalnya karena banyak konsep-konsep yang abstrak, yang sulit dipahami anak balita.
Untuk menyelesaikan persoalan pertama, Husein mulai diajari membaca Al Quran , agar dia bisa mengecek sendiri hafalannya. Untuk menyelesaikan persoalan kedua, ayah Husein menciptakan metode sendiri untuk mengajarkan makna ayat-ayat Al Quran, yaitu dengan menggunakan isyarat tangan. Misalnya, kata Allah, tangan menunjuk ke atas, kata yuhibbu (mencintai) , tangan seperti memeluk sesuatu, dan kata sulh (berdamai), dua tangan saling berpegangan.
Ayah Husein biasanya akan menceritakan makna suatu ayat secara keseluruhan dengan bahasa sederhana kepada Husein. Kemudian dia akan mengucapkan ayat itu sambil melakukan gerakan-gerakan tangan yang mengisyaratkan makna ayat.
Metode ini sedemikian berpengaruhnya pada kemajuan Husein dalam menguasai ayat-ayat Al Quran sehingga dengan mudah dia mampu menerjemahkan ayat-ayat itu ke dalam bahasa Persia dan mampu menggunakan ayat-ayat itu dalam percakapan sehari-hari (hal 21-26).
Pembaca juga perlu menyimak pengakuan Sayyid Muhammad Mahdi Tabataba’i, yang menampik pendapat yang mengatakan anaknya istimewa. Menurut Mahdi, Husein memiliki kemampuan di atas rata-rata, dan setiap anak bisa saja dididik untuk memiliki kemampuan seperti Husein. Namun, tentu saja, prakondisi dan kondisinya haruslah lengkap. Misalnya, sejak sebelum masa kehamilan, kedua orang tua Husein sudah mulai menghafal Al Quran. Selama masa kehamilan dan menyusui, ibunda Husein juga teratur membacakan ayat-ayat suci untuk putranya. Dan sejak kecil Husein sudah dibesarkan dalam lingkungan yang cinta Al Quran.
Ayahanda Husein juga berpesan, bila orang tua menginginkan anaknya jadi pencinta Al Quran dan penghafal Al Quran, langkah pertama yang harus dilakukan adalah orang tua terlebih dahulu juga mencintai Al Quran dan rajin membacanya di rumah. Husein sejak matanya bisa menatap dunia telah melihat Al Quran, mendengarkan bacaan Al Quran, dan akhirnya menjadi akrab dengan Al Quran (hal 38-40).
Bila ditinjau dari usia Husein saat ini yang sudah menginjak 16 tahun, buku ini terbilang terlambat diterbitkan. Harusnya diterbitkan 9 tahun lalu, saat Husein berusia 7 tahun dan meraih doktor honoris causa dari Hijaz College Islamic University.
Sekalipun tokoh yang ditulis sudah bukan anak-anak lagi, namun buku ini tetap menarik untuk dibaca, khususnya bagi keluarga muslim yang mendambakan generasi qurani, yang mencintai Al Quran dan hidup sesuai tuntunan Al Quran.
Membaca buku ini bisa menambah motivasi keluarga muslim untuk makin mencintai Al Quran. Bukan hanya orang tua, anak-anak pun perlu membacanya karena teladan Husein bisa memotivasi mereka makin giat belajar Al Quran. Syukur-syukur bisa menjadi hafiz cilik seperti Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i.
Bagi para remaja, perlu disimak pesan Husein tentang cara pandang seorang remaja terhadap Al Quran. Menurut dia, pandangan seorang remaja terhadap Al Quran haruslah seperti pandangan terhadap minyak wangi. Ketika kita keluar rumah, tentu kita selalu ingin wangi dan menggunakan minyak wangi. Kita juga harus berusaha mengharumkan jiwa dengan membaca dan menghayati Al Quran. Seorang remaja, kata Husein, harus menyimpan Al Quran di dadanya supaya sedikit demi sedikit perilaku dan pembicaraannya dipengaruhi oleh Al Quran.

Komentar (6) »