Pilkada oh Pilkada …

Pilkada – Pemilihan Kepala Daerah …

kata diatas dalam 2 /3 tahun ini tidak asing kita dengar …

dimana-mana diselenggarakan pilkada, tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan bahkan tingkat RW/RT.

Namanya saja pilihan yach… semuanya harus dilaksanakan sesuai dengan hati nurani masing-masing. tidak boleh ada tekanan dari salah satu calon. kalaupun ada tekanan dan pihak yang menekan menang, maka menangnya tidak barokah apatah kalau sampai kalah, menyedihkan. Bagi calon lain yang kalah akan merasa sakit hati merasa dicurangi dan kalau menang akan merasa bangga karena dengan kejujuran dia bisa menang.

Tapi menyedihkan sekali akibat dari pilkada ini… kalau yang menang merayakannya membuat sakit hati dan yang kalah tidak terima atas kekalahannya… yang ada kekacauan. coba tengok kasus pilkada Sulsel dan Malut … bandingkan yang terjadi dengan pilkada DKI Jakarta ?… kondisinya sama ada yang menang dan ada yang kalah, tapi bedanya cara menghadapi kondisi tersebut.

setidaknya yang harus ada pada diri seorang calon dan tim suksesnya ketika ikut dalam pilkada adalah :

1. Lakukan setiap tahapan pilkada dengan menaati aturan.

2. Melaksanakan tahapan pilkada dengan jujur dan bersih.

3. Siap menang dan siap kalah

kalau dua poin teratas bisa di lewati, saya pikir poin ketiga bisa jalan dengan sendirinya bahwa pihak yang menang memang diharapkan dan didambakan masyarakat, sebaliknya pihak yang kalah belum waktunya untuk memimpin dan masih ada kesempatan lagi periode selanjutnya.

Wallahu alam bi shawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: