SD Hingga SMA/SMK Negeri Gratis

Jumat, 04-01-2008

SD Hingga SMA/SMK Negeri GratisGowa Terapkan Wajib Belajar 12 Tahun
Sungguminasa, Tribun – Meski pemerintah pusat belum menetapkan wajib belajar 12 tahun, namun Pemerintah Kabupaten Gowa tahun 2008 ini mencoba menerapkannya. Semua jenjang pendidikan untuk sekolah negeri digratiskan.
Mulai sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri akan dibebaskan dari pembayaran orangtua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Gowa, Idris Faisal Kadir, mengungkapkan, kebijakan membebaskan pungutan bagi sekolah negeri tersebut dimulai bulan Januari ini. Diknas akan mengeluarkan surat edaran ke kepala sekolah dan komite yang diberlakukan mulai 12 Januari mendatang.
“Dengan pemberlakukan pendidikan gratis bagi sekolah negeri ini, sudah tidak ada lagi namanya pungutan siswa baru, uang ijasah, atau uang LKS (lembar kegiatan siswa),” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/1).
Jika ditemukan pungutan di sekolah yang ditetapkan gratis, tegasnya, kepala sekolah bersangkutan harus menandatangani surat pengunduran diri. Bahkan bagi siswa yang tidak memiliki kemampuan membeli seragam dibolehkan memakai baju biasa dan sekolah tidak berhak memaksa.
Anggaran
Idris menjelaskan, komitmen Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo memprioritaskan pendidikan sudah dilakukan sejak menjabat tahun 2005 lalu. Anggaran selalu diupayakan minimal 20 persen dari total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Pada APBD Gowa tahun 2008 dirancang sekitar Rp 13 miliar untuk mewujudkan pendidikan gratis. Sebanyak Rp 9,5 miliar diperuntukkan sebagai subsidi ke sekolah-sekolah per item murid mendampingi dana bantuan operasional sekolah (BOS).
“Rp 9,5 miliar itu sebagai subsidi setiap siswa yang bersekolah di negeri pada setiap jenjang pendidikan. Sisanya sekitar Rp 3,5 miliar akan diberikan untuk tunjangan kesejahteraan guru dan kepala sekolah,” jelas Idris.
Dicontohkan, siswa SMA dan SMK akan disubsidi sekitar Rp 21.250 per bulan di luar ujian praktek akhir. Sementara untuk biaya pembangunan sekolah, diperoleh dari dana sharing provinsi dan pemerintah pusat.
“Sehingga tidak ada lagi alasan untuk melakukan pungutan dalam bentuk apapun ke siswa. Pungutan komite hanya diperkenankan dari donatur atau pihak yang tidak memiliki anak di sekolah bersangkutan,” jelasnya.
Komite dipersilakan mencari dana sumbangan tapi jangan membebani orangtua siswa. Komite harus punya inisiatif mencari donatur untuk sekolah.

Formal dan Nonformal Disandingkan
DENGAN pendidikan gratis di SD hingga SMA ini, maka Pemkab Gowa sudah menyandingkan pendidikan formal dan nonformal sebagai pendidikan gratis. Pada pendidikan nonformal, sudah berjalan Sanggar Pendidikan Anak Saleh (SPAS).
SPAS dinilai berhasil sebagai pendidikan nonformal gratis dan sudah mendapat pengakuan dari dirjen pendidikan luar sekolah (PLS). Malah, SPAS menjadi acuan model percontohan nasional PLS.
Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo mengaku tidak ingin melihat ada anak yang tidak sekolah hanya karena persoalan biaya. Meski pendidikan bersifat gratis, tapi luarannya akan tetap diperhatikan.

Dia ambil dari

http://www.tribun-timur.com
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Comment :

Semoga semua pihak terkait (khususnya yang ada di Kab. Gowa) menjalankan keputusan ini dengan amanah, sehingga tidak ada lagi kabar ada pungutan (entah apa namanya) yang akan mengotori program pendidikan gratis SD – SMA/SMK.

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    ira said,

    Dear Annisaa!

    Saya setuju dengan Program Pendidikan
    Gratis. Akan tetapi, kurang setuju dengan seragam sekolah yang tidak dipaksakan lagi. Pada dasarnya dengan adanya seragam sekolah akan mengajar peserta didik untuk lebih disiplin terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.

    Thanks

  2. 2

    aza said,

    terima kasih ka’ Ira atas comment nya…
    memang sich gratis tapi ttp berkualitas…
    klo masalah disiplin ato tidak parameternya bukan hanya seragam sekolah… masih banyak parameter lain yang lebih mendidik disiplin…ada kalanya pake seragam ada kalanya bebas…coba tengok sekolah alam, sekolah terpadu… Alhamdulillah mereka disiplin bahkan lebih bisa mengeksplorasi daya nalarnya…
    thanks

  3. 3

    epokx_fiven said,

    hy…….dukung q dlm PLOT competition ya……

  4. 4

    FIKRI said,

    PENDIDIKAN GRATIS SIH BAGUS TAPI SAYANGNYA YANG GRATIS SELALU MENOMOR DUAKAN KUALITAS PENDIDIKAN, MUDAH2AN ITU BISA JD PERTIMBANGAN PARA PEMBUAT KEBIJAKAN


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: