Mengenang 27 Januari 2000…

Hampir lupa…

Tanggal 27 Januari kemaren adalah tanggal dimana Bapakku tersayang menemui Sang Pemilik Bumi seisinya…

yach… tepatnya tanggal 27 Januari 2000, bapak menemui Rabb Sang Khaliq

meninggalkan keluarga tercinta yang selalu merindukannya…

Bapak, maafkan aq ya… terakhir kali aq berangkat kuliah ke kota tanpa seijinmu (aq memaksa berangkat boncengan motor dengan teman), padahal engkau melarangnya…

belum sempat aq minta maaf, engkau keburu menemui Rabbmu tercinta… ampuni aq ya Rabb…

aq masih ingat ketika itu pulang dari kampus (Kota Malang) pukul 13.30 … (hari kamis kayaknya) langsung pulang ke kost-kostan (tapi sudah sholat dzuhur jama’ah lho di Musholla kampus). Ga tahu tuch siang itu aq sudah berencana pergi ke suatu tempat (lupa kemana ya?) tapi aq sengaja perlambat untuk keluar kost (ga tahu perasaan pengen tunggu telpon… entah ga ada janjian padahal). setelah ku keluarkan sendal…”kring…kring…kring” aq kaget bukan main… perasaanku mengatakan ini telpon untukku. “Udin…udin… ada telpon” ya benar saja… itu panggilan ibu kostku. segera kuangkat “Assalamu’alaikum”, sapaku. “wa’alaikumsalam” balas orang yang menelpon. aq menebak-nebak siapa ya yang menelpon ini… langsung dia perkenalkan diri, namanya tofa (ternyata tetanggaku di kampung juga teman mainku)… “Din, sabar ya” ucapnya. mendengar kata-kata itu pikiranku langsung melayang-layang bahwa ada keluargaku yang meninggal. “Bapakmu meninggal setelah sholat dzuhur di kantor (kebetulan bapak masih aktif sbg PNS)” lanjutan cerita temanku. “Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un” ucapku kaget sehingga kedengaran ibu kostku. setelah mendapat info secukupnya, maka di tutuplah telpon dan segera aku berkemas dan pamit kepada ibu kost mau pulang (sekitar jam 14.00). setengah berlari dan menangis (kebetulan antara kost dan angkutan lumayan jauh +/- 1 KM) kuhiraukan teman kostku yang kujumpai dijalan. sesampainya di terminal aq langsung naik bus jurusan ke kampung halamanku… sepanjang jalan aku sesenggukan (tapi agak malu-malu banyak orang). harapan agar bus segera sampai, e malah tiba-tiba berhenti dijalan (salah satu ban ada yang bocor), jadinya kita menunggu dengan sabar. Hingga akhirnya bus melaju lagi dan akhirnya kurang lebih jam 17.30 nyampe di rumahku dan kebetulah masih cukup ramai dari biasanya (masih ada yang takziah) tapi tidak kujumpai jenazah bapakku dan ternyata sudah di makamkan secepatnya tanpa menunggu anak dan saudara yang jauh (kebiasaan di kampungku menunggu sanak saudara jika ada yang mau datang), segera kupeluk ibuku dan saudara-saudaraku (aq diminta bersabar). setelah itu aku berangkat ke pusara bapakku yang masih segar, karena baru sebelum Ashar di makamkan. Aq berdo’a secukupnya dan memohon ampunan kepada Allah atas segala kesalahan dan dosa bapakku dan memohon semoga Allah memberi tempat yang terbaik di sisi Nya dan juga aku mohon ampun pada Allah karena sebagai anak saya sering bertingkahlaku kurang tepat di hadapan orang tua, karena aq tidak mungkin minta maaf kepada orang yang sudah meninggal.

itu sekilas cerita 8 tahun lalu…

Ya Rabb, ampuni kami dan keluarga kami.

Ya Rabb Ampuni orang tua kami dan sayangilah orang tua kami, sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kecil… amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: