Ya Allah…Engkau jawab do’a hambamu dengan cara-Mu

Allahu Akbar 3x…

Ya Rabb… Engkau jawab do’a hamba-Mu dengan cara-Mu sendiri…

tgl 31 Maret 2008 jam 22.00 WITa, kami dapat kabar dari saudara bahwa Ibunda tercinta masuk RS… (tak kuasa menahan tangis) sedih dengarnya, karena sepekan lalu minta do’a pada putra-putri tercinta untuk kesembuhan beliau. Kami tak henti-2 nya memanjatkan do’a untuk kesembuhan beliau.

jam 23.00 berangkat istirahat dan tinggalkan handphone kedua-duanya di ruang TV. bangun pas adzan shubuh dan segera periksa handphone dan ternyata mati (pasti ada yg hubungi semalam..krn HP mmg agak bermasalah baterainya), selanjutnya ku charge dan segera pergi ke masjid untuk sholat Shubuh.

sepulang sholat shubuh, kulihat istriku tercinta menangis dan memelukku…( bi.. sabar ya ucapnya… ibu meninggal dunia). sontak tubuhku lemah dan tak bisa berbuat sesuatu selain berucal “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’un”…Sesungguhnya kami milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kami kembali… kami tidak sanggup menahan tangis, sehingga berderai air mata kami.

kemudian siang kuputuskan berangkat ke kampungku (Nganjuk – Jatim) untuk memberi penghormatan terakhir. memang sih saya tidak bisa melihat jenazah beliau, karena jam 10.00 WIB sudah dimakamkan, sementara saya baru nyampe rumah jam 17.00 WIB.  tapi subhanallah, Allah punya cara lain mengumpulkan kami semua dengan sanak – saudara kami yang lain dan banyak hikmah lain yang kami dapat dari peristiwa itu.

dan yang tidak kalah menyedihkan lagi bagi kami, ternyata ibunda kami sudah sejak lama membuat tulisan (wasiat) bagi kami semua (anak, menantu, cucu, besan, saudara) dan ternyata cinta ibunda dan ayah kami sangat tulus  (banyak tulisannya yang diulang-2)… subhanallah… tak terbendunglah mata air kami sekeluarga ketika membaca tulisan ibu… Maha suci Engkau yaa Rabb, Egkau karuniakan Orang tua yang begitu shalih dan shalihah yang mencintai anak, menantu, cucu, besan dan saudara-saudara yang lain secara tulus ikhlas… Berikan tempat yang terbaik bagi mereka di sisi-Mu dan berikanlah kami ketabahan untuk menjalani sisa hidup kami dan senantiasa mendokan beliau. AMien

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    dwijelita said,

    Kita semua adlah titipan Yang Maha Kuasa. Semua milik Nya. Ikhlaskan kepergia Ibu ya…Karena saya sendiri jg sudah yatim piatu.

  2. 2

    aza said,

    ya mbak dwi..makasih atas perhatiannya yach…
    ya memang kita datang ke dunia hanya tempat persinggahan…


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: